Kamis, 22 Oktober 2009

Hujan Rintik-Rintik di Cepu

       Hujan yang sudah lama ditunggu-tunggu muncul juga akhirnya. Walaupun hanya rintik-rintik saja pada sore ini. Gak deras, anginnya saja yang kencang. Mobat-mabit atap seng yang pakunya sudah kendor. Sempat khawatir kalau sengnya terbang. Sekira setengah jam hujan berlangsung.Lumayanlah buat menghapus debu. Ampo, bau tanah terkena hujan terasa benar di hidung. Cukup menyegarkan. Yang gak enak, kelembaban tinggi kombinasi suhu udara yang masih terasa panas setelah hujan, membuat keringat yang keluar terasa lengket di badan.Terpaksa mandi lagi malam ini, biar segar. Untung saja sumur masih keluar air. Sumur tetangga banyak yang sudah macet atau debitnya mengecil. Padahal letaknya di pinggiran Bengawan Solo. Beberapa tetangga minta dialiri air. Kemarin-kemarin, sudah banyak sumur yang didalamkan. Hasilnya malah macet. Air ledeng masih mengalir, walaupun hanya jam-jam tertentu saja. Biasanya jam sepuluh malam atau jam delapan pagi dengan waktu yang tidak begitu lama. Sekedar mandi cuci keluarga kecil. Untuk minum tidak menggunakan kedua macam air tadi. Takut kencing batu, soalnya kadar kapurnya tinggi. Rata-rata menggunakan air mineral, baik isi ulang mapun galonan. Memang praktis dan sehat, konsekwensinya anggaran belanja tambah. Sebenarnya kedua macam air tadi bisa digunakan untuk minum, tapi menggodoknya harus cukup . Setelah mendidih, masih diteruskan sekira setengah jam.Tidak langsung diminum, harus disaring dulu. Tambah waktu, tenaga dan ongkos bahan bakar jadinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar